MUSLIMAH

Tata Cara Tayamum dan Penjelasannya, Simak Yuk !!

tata cara tayamum

NanaIdea.com – Insya Alloh kita belajar Tata Cara Tayamum ya melalui Artikel ini. Tentunya kita bahas juga hal lain yang berkenaan dengan cara Tayammum ataupun syarat Tayamum.

Beberapa hal yang mungkin sering membuat kita ragu – ragu mengenai Tayamum ini adalah tata cara tayammum itu sendiri.

Meskipun banyak hal lain yang juga membuat kita bertanya – tanya, seperti misalnya rukun dan syarat utama dibolehkannya kita melakukan Tayamum.

Tata Cara Tayamum
Cara Bertayamum

Apa Yang dimaksud Dengan Tayamum ?

Kita mulai penjelasannya dari pertanyaan “Apa yang dimaksud dengan Tayamum?”

Pengertian Tayamum

Berdasarkan Kitab Fiqih Sunnah Karangan Syaikh Muhammad Sayid Sabiq, pengertian Tayamum berdasarkan Bahasa memiliki arti keinginan.

Sedangkan jika dilihat dari sisi Syariat, Tayamum adalah sebuah keinginan sebagai langkah untuk Bersuci dengan debu, lalu mengusapkan debu itu pada wajah dan kedua tangan, dengan niat dapat melaksanakan shalat atau ibadah lainnya.

Dalil Tayamum

Dalil yang pertama mengenai Tayammum dari Quran Surat ke 4 yaitu An – Nisa ayat 43 yang berbunyi :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Berdasarkan Hadits dari Abu Umamah r.a, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bumi, semuanya, dijadikan untukku dan umatku sebagai masjid dan suci. Maka di mana pun seseorang dari umatku (harus melaksanakan shalat) karena waktunya tiba, maka ia sudah memiliki kesucian itu.”

Berdasarkan Ijma’, para ulama sepakat bahwa Tayammum merupakan praktek yang disyariatkan, sebagai pengganti wudhu dan mandi, dalam kondisi darurat.

Yang dibolehkan ber – Tayamum

Tayammum boleh dilakukan, baik itu untuk menyucikan diri dari hadats besar maupun hadats kecil, pada saat melakukan perjalanan atau bermukim, jika beberapa sebab berikut ini terjadi.

  1. Tidak Ada Air. Atau, ada namun air itu tidak cukup untuk bersuci. Afdhalny, bagi mereka yang ingin bertayamum terlebih dahulu harus mencari air, baik dari kerabatnya, teman – temannya, atau lingkungan terdekat. Jika ia sudah yakin bahwa air tidak akan diperoleh, atau didapati air tapi jaraknya sangat jauh, maka ia tidak wajib mencarinya.
  2. Jika ia sakit atau terluka, dan ia takut jika terkena air, sakit atau lukanya akan semakin parah. Atau, kesembuhannya akan semakin lama. Baik hal itu diketahui karena pengalaman sebelumnya atau karena saran dokter.
  3. Jika air sangat dingin dan orang yang akan memakainya khawatir akan dampak negatifnya jika menggunakannya. Kecuali, jika air itu dihangatkan terlebih dahulu. Meskipun itu dilakukan degan menyuruh orang lain. Atau, sulit baginya untuk pergi ke kamar mandi (tempat berwudhu).
  4. Ada air, tetapi ia tidak berani untuk mengambilnya karena alasan keselamatan diri, keluarga, harta, atau teman. Atau ada usuh yang ia takuti dan musuh itu menghalangi dirinya dari keberadaan air. Atau, ada hewan buas. Atau, seseorang itu berada di dalam penjara. Atau, ia tidak bisa memperoleh air meskipun jaraknya sangat dekat karena ia tidak memiliki alat, semisal timba, tali dan sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, keberadaan air seperti tidak ada. Atau orang tersebut khawatir, jika ia menggunakan air maka ia akan dicurigai dan disangka yang bukan – bukan, dan itu akan memberatkan dia. Disini Tayamum diperbolehkan.
  5. Jika air itu dibutuhkan untuk minum atau keperluan lainnya, seperti untuk minum anjing, keperluan masak, membersihkan najis, dan lain – lain. Dalam kondisi seperti ini, seseorang boleh melakukan tayammum dan menyimpan air yang ada. Imam Ahmad r.a berkata, “Beberapa Sahabat melakukan tayamum dan menyimpan air mereka.” Ali bin Abu Thalib r.a berkata mengenai seorang lelaki yang Junub dalam perjalanannya dan hanya memiliki sedikit persediaan air. Ia takut suatu saat akan kehausan. “Tayamumlah saja, dan tidak usah mandi.” Ibnu Taimiyah berkata, ” Orang yang sulit buang air kecil, dan ia hanya akan buang – buang air saja, lebih baik ia bertayammum, dan sholat dalam kondisi seperti itu.”
  6. Jika ada seseorang yang bisa menggunakan air, tapi ia khawatir waktu sholat akan habis jika ia berwudhu atau mandi terlebih dahulu, maka ia boleh bertayamum lalu melakukan sholat. Dan ia tidak perlu mandi.
Pengertian Tayamum
Pengertian Tayamum

Jenis Debu untuk Tayamum

Tayamum bisa dilakukan dengan menggunakan debu yang suci dan semua jenis tanah, seperti pasir (raml), batu (hajar), atau kapur (jash).

Alloh SWT berfirman,”…..maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci).” (QS. Al-Ma’idah ayat 6).

Para Ahli Bahasa sepakat bahwa kata sha’id (debu) adalah permukaan tanah, baik itu berupa debu atau bukan.

Tata Cara Tayamum

Mengenai Tata Cara Tayamum, dimulai dengan Niat terlebih dahulu. Lalu, mengucapkan Basmalah dan memukulkan kedua tangannya ke debu yang suci, kemudian mengusapkan debu itu ke wajah dan kedua tangannya hingga siku.

Dalam konteks ini, hadits yang diriwayatkan oleh Ammar r.a adalah hadits yang paling shahih. Ammar berkata, “Suatu ketika aku dalam keadaan Junub, tapi tidak menemukan air. Kemudian aku berguling – guling diatas pasir lalu mengerjakan shalat.

Aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda, ‘Kamu cukup melakukan ini’. Lalu beliau memukulkan kedua tangan beliau ke tanah, meniupnya, lalu mengusap wajah dan kedua tangan beliau dengan debu tersebut.

Ibadah Setelah Tayamum

Tayammum adalah pengganti wudhu dan mandi besar (gusl) ketika tidak ada air. Hal – hal yang bisa dilakukan setelah wudhu dan mandi sama juga dengan hal – hal yang bisa dilakukan setealh Tayamum. Misalnya, shalat, menyentuh Al-Quran , dan lain – lain.

Tayamum bisa dilakukan tanpa harus menunggu waktu sholat tiba.

Dengan satu kali Tayamum, seseorang bisa melaksanakan banyak sholat fardhu atau sholat sunnah.

Hukum dan Fungsi Tayamum sama persis dengan Wudhu.

Yang Membatalkan Tayamum

Semua hal yang membatalkan Wudhu juga membatalkan Tayammum. Sebab Tayamum adalah pengganti Wudhu.

Tayamum juga batal jika air telah diperoleh, atau orang yang awalnya tidak bisa menggunakan air sudah bisa menggunakannya.

Akan tetapi, jika seseorang sholat dengan tayamum, lalu ia mendapatkan air, atau ia bisa menggunakan air setelah shalatnya selesai, maka ia tidak wajib mengulangi sholatnya.

Meskipun masih ada waktu untuk melaksanakannya lagi.

Apabila seseorang mendapatkan air dan bisa menggunakannya sebelum sholatnya selesai, maka batallah Tayamumnya dan ia harus berwudhu.

Nah dari Ulasan di artikel mengenai Tayamum ini, semoga dapat membantu kamu dalam memahami Apa itu pengertian Tayamum secara keseluruhan dan Tata Cara Tayamum secara khusus ya temen – temen.

Insya Alloh..Aamiin. Wallahu A’lam Bishowab….

Tagged , , , , ,

0 thoughts on “Tata Cara Tayamum dan Penjelasannya, Simak Yuk !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *